Antara Menjadi Hamba dan Orang Suci

Antara Menjadi Hamba dan Orang Suci

Spread the love

Flp 1:1-5 ITB 1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba (δούλοι baca: douloi) Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

Jika seseorang meminta Anda untuk menjadi pelayan bagi mereka, apakah Anda akan menganggap permintaan itu sebagai suatu kehormatan? Mungkin tidak, mungkin juga iya (tergantung siapa yang meminta). Apa lagi jika seseorang meminta Anda untuk menjadi budak mereka, kemungkinan terbesar adalah Anda akan menolak tawaran itu. Bagaimanapun, seorang budak akan dipandang sebagai bagian dari properti tanpa hak individu mereka sendiri. Siapa yang rela memilih dirinya dijadikan budak?

Paulus melakukannya, ya benar! Paulus dengan rendah hati merelakan dirinya menjadi budak. Dia mengidentifikasi dirinya dan Timotius sebagai pelayan (atau lebih tepatnya diterjemahkan sebagai budak) bagi Yesus Kristus. Paulus telah memilih untuk menyerahkan nyawanya demi kemajuan Injil. Dia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Kristus dan menjadikan Yesus sebagai Tuhannya.

Tapi inilah yang olehnya kita semua diperintahkan untuk melakukannya! Jika kita ingin diselamatkan, kita perlu menjadi hamba-Nya. Kita harus menolak gagasan bahwa kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri dan sebagai gantinya wajib tunduk pada otoritas Yesus Kristus. Rom 10:9 ITB “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Menyebut seseorang sebagai Tuhanmu berarti menyebut Pribadi tersebut sebagai tuanmu. Itu berarti Anda mengakui bahwa Pribadi tersebut memiliki otoritas penuh atas diri Anda.

Sekilas tampaknya tidak terlalu terhormat atau bijaksana untuk kehilangan kendali atas hidup Anda dan menjadikan Yesus Tuhan Anda. Tetapi Yesus menawarkan kepastian ini kepada kita yang mau menyerahkan diri kepada-Nya: “Mat 10:39 ITB Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya“. Bagi mereka yang menyerahkan diri kepada-Nya, Yesus menjanjikan upah kekal. Yaitu bagi mereka yang mempersembahkan hidup mereka yang sementara ini dan mengabdikan diri untuk melayani-Nya.

Sekarang, bagaimana jika seseorang menyebut Anda “Santo” (gelar suci)? Apakah Anda menganggap itu sebagai gelar yang layak Anda terima? Mungkin tidak. Lagi pula, bukankah orang suci adalah orang spiritualis yang sangat suci? (Dan biasanya gelar Santo itu diberikan kepada orang yang sudah mati pada saat itu?). Namun, itulah sebutan yang Paulus berikan kepada siapa saja yang percaya Kristus sebagai Juruselamat. “Orang Suci” berarti “orang yang diasingkan atau dikuduskan.” Sebagai orang percaya di dalam Yesus Kristus, itulah kita! Kita dipisahkan dari dosa untuk hidup dalam kekudusan bagi Kristus.

Kita tidak melakukan apa pun untuk mendapatkan penunjukan yang sangat terhormat ini. Paulus mengatakan kita menerimanya oleh karena “kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus.” Hanya oleh kasih karunia Allah kita telah diselamatkan dan hanya karena keselamatan itu kita dapat diperdamaikan dengan Allah. Dan hanya oleh kasih karunia Allah itulah kita telah mendapatkan penyucian atas semua dosa dan kejahatan kita!

Penting untuk dicatat bahwa kita semua adalah budak dari sesuatu yang membuat kita melakukan dosa, apakah kita mau atau tidak. Pada hakikatnya kita adalah ada di antara dua, yaitu menjadi budak Kristus atau budak dosa yang mendatangkan maut. Tetapi di dalam Kristus, “kamu bukan lagi hamba, melainkan anak, dan jika anak, maka ahli waris oleh Allah” (Galatia 4:7).

Sahabat, betapa terhormatnya menjadi budak Kristus! Hanya dengan menyerahkan hidup Anda kepada-Nya, Anda dibebaskan dari perbudakan dosa yang membinasakan. Anda adalah orang suci dan ahli waris. Anda adalah anak Raja di atas segala raja!

Pokok renungan:

Apa artinya menjadi “pelayan Kristus Yesus”? Apa artinya menjadi “orang kudus dalam Kristus Yesus”?

Doa

Tuhan Yesus, aku rindu untuk menyerahkan hidupku kepada-Mu dan menjadi pelayanan-Mu yang taat dan setia sebab Engkau adalah Guruku. Terima kasih atas janji kemuliaan kekal yang Engkau sediakan. Saya tidak merasa pantas untuk mendapatkannya, tetapi semua itu bisa terjadi semua merupakan suatu kehormatan bagiku untuk menjadi milik-Mu. Amin.

Pdt Eko Itwanto,M.Th Gembala Sidang GBI Bambo Kuning Bekasi Utara

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!