Dua Desa dan Satu Kelurahan di Temanggung Terima Bantuan TPS3R

Dua Desa dan Satu Kelurahan di Temanggung Terima Bantuan TPS3R

Spread the love

TEMANGGUNG,JANGKARPENA.COM – Dua desa dan satu kelurahan di Kabupaten Temanggung mendapatkan bantuan keuangan, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2024 urusan lingkungan hidup, senilai lebih dari setengah miliar.

Penjabat (Pj) Bupati Hary Agung Prabowo mengatakan, bantuan tersebut untuk penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), dengan harapan pengelolaan sampah cukup sampai di desa dan hanya residu yang masuk di TPA.

Penjabat bupati mengatakan, dua desa yang mendapat bantuan yakni Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat dengan anggaran Rp300 juta. Desa Blimbing, Kecamatan Kandangan Rp185 juta, dan Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Temanggung Rp200 juta.

“Tadi saya mengundang desa dan kelurahan yang mendapat bantuan. Mereka mendapat bantuan dari keuangan desa,” kata Hary, seusai pertemuan dengan penerima bantuan di ruang kerjanya, Kamis (2/5/2024).

Hary menerangkan, bantuan akan dikelola mandiri oleh desa/kelurahan. Untuk itu, ia mengingatkan agar pengelolaan dapat dilakukan secara transparan dan tepat.

“Jangan sampai di kemudian hari menjadi permasalahan,” katanya.

Hary berharap, TPS3R bisa terbangun sesuai jadwal dan berfungsi dengan baik. Keuangan dari bantuan ini nanti melalui anggaran perubahan. Pembangunan akan dimulai pada Agustus hingga September. Dijadwalkan, pada November TPS3R sudah difungsikan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Temanggung, Prasodjo mengatakan, Desa Pingit mendapatkan alokasi bantuan sebesar Rp300 juta, dengan rincian bangunan fisik Rp200 juta, dan peralatan Rp100 juta.

Desa Blimbing mendapat alokasi sebesar Rp185 juta, untuk bangunan fisik Rp100 juta dan peralatan Rp 85 juta.

Sementara, Kelurahan Kebonsari mendapat anggaran total Rp200 juta, dengan pembangunan fisik Rp125 juta dan peralatan Rp75 juta.

“Pemerintah berharap pembangunan dilakukan dengan baik, benar, dan tepat, sesuai dengan aturan yang menjadi pedoman,” tegas Pj gubernur.

Ia mengatakan, Temanggung sedang mengupayakan semua desa bisa selesai dalam pengelolaan sampah.
Saat ini, di Temanggung sudah ada 133 tempat pengelolaan sampah, dengan perincian 91 Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), 38 TPS3R, dan empat depo transfer.

“Kita sudah melayani pengelolaan sampah di 205 desa, yakni 199 desa/kelurahan, dan yang sudah pengolahan sampah secara mandiri di enam desa,” pungkasnya.

(RED)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!