Gus Muhaimin: Kebhinekaan dan Keragaman Merupakan Takdir dan Rahmat Tuhan Bagi Indonesia Yang Harus Dijaga

Gus Muhaimin: Kebhinekaan dan Keragaman Merupakan Takdir dan Rahmat Tuhan Bagi Indonesia Yang Harus Dijaga

Jakarta-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bidang Kesejahteraan Rakyat untuk periode 2019-2024, Abdul Muhaimin Iskandar yang juga sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengukuhkan Pengurus Pusat Badan Persaudaraan Antariman (BERANI). BERANI merupakan sebuah lembaga otonom PKB yang menegaskan bahwa kebhinekaan, keragaman, adalah kekuatan dan kekayaan Indonesia. Acara pengukuhan tersebut dilaksanakan di gedung Nusantara V komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Senin, (31/10/2022).

Ketua Umum PKB yang biasa disapa Gus Muhaimin dengan tegas menyatakan bahwa persaudaraan dan kultur gotong royong di tengah perbedaan yang ada menjadi penentu masa depan bangsa.

“Persaudaraan dan kultur gotong royong yang kuat di akar rumput masyarakat kita ini, meskipun di tengah perbedaan yang ada, yang akan menentukan nasib dan masa depan Indonesia”, tegasnya.

Merawat kebhinekaan dan keberagaman merupakan syarat utama untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahterah. Namun, Gus Muhaimin juga menyatakan bahwa memang menjaga kekuatan dan kekayaan Indonesia tersebut tidak mudah karena pasti akan hadapi berbagai ujian.

Oleh karena itu, Gus Muhaimin mengingatkan bahwa “gurunya adalah sejarah dan pengalaman, muridnya adalah kita semua, lintas agama dan suku. Kita diberi pilihan, menjaga kekuatan dan kekayaan kita ini, atau kita biarkan kekuatan ini dirusak sebagai sumber perpecahan dan kehancuran Indonesia”, tandasnya.

Pria yang pernah menjadi pimpinan termuda di DPR di usia 33 tahun pada periode 1999-2004 ini mengimbau agar seluruh pengurus BERANI memiliki semangat yang tinggi untuk menjaga kebhinekaan dan keragaman yang ada.

Selain kebhinekaan dan keberagaman sebagai kekayaan Indonesia, ini juga sebagai takdir dan rahmat Tuhan bagi Indonesia yang harus dijaga agar tetap terpelihara di seluruh penjuru tanah air.

“Mengapa? Karena selain itu adalah takdir dan rahmat Tuhan kepada Indonesia yang harus kita jaga, ini juga menjadi tugas dan panggilan keimanan kita, bahwa inti dari semua ajaran agama adalah memuliakan kehidupan dan kemanusiaan. Selain juga menjadi tugas amanat konstitusi kita untuk melindungi segenap rakyat dan tumpah darah Indonesia. Tugas menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan untuk segenap rakyatnya,” tegas Gus Muhaimin.

Sebagai salah satu pendiri PKB, Gus Muhaimin mengajak seluruh pengurus BERANI agar tidak ragu dan sungkan untuk bersama PKB dalam memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini penting bagi Indonesia.

“Jangan ragu dan sungkan untuk bersama PKB dalam memperjuangkan nilai-nilai yang kita yakini penting untuk Indonesia. PKB tidak bisa berjuang sendirian, tantangan Indonesia ke depan semakin berat, jangan biarkan PKB berjuang sendiri hanya bersama NU,” pungkasnya.

Sebagai Ketua Umum yang telah menakodai PKB sejak tahun 2005, Gus Muhaimin menyatakan bahwa PKB membuka peluang bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai suku, agama, dan ras untuk maju bersama.

“PKB sangat membuka peluang untuk maju bersama, bahkan PKB membutuhkan banyak sumber daya untuk memajukan bangsa ini. Tidak cukup PKB hanya memiliki DPR RI dari Tionghoa yang Buddhis, DPR RI dari Papua yang Kristen, atau DPR RI dari NTT yang Katolik, tetapi juga PKB akan memiliki kader walikota di Bali yang Hindu, walikota di Pontianak yang Khonghucu, walikota di Singkawang yang Buddhis, gubernur di Sumut, Maluku, Sulut yang kristen, bahkan PKB akan memiliki menteri yang mewakili kita semua yang beragam ini, selain tentu dari Muslim yang sudah ada selama ini”, tandas Gus Muhaimin.

Sebelum menutup pembicaraannya, Gus Muhaimin mendoakan seluruh pengurus BERANI yang telah dikukuhkan agar dengan pertolongan dan penyertaan Tuhan, mereka dapat menjalankan tugas mulia tersebut.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menolong dan menyertai BERANI dalam menjalankan tugas mulianya mewujudkan visi besar bangsa Indonesia yang adil, makmur, dan beradab”, ungkapnya.

Selain dari elit PKB, acara pengukuhan Pengurus Pusat BERANI itu juga dihadiri oleh tokoh lain, yaitu perwakilan Matakin Ws. Liem Liliany Lontoh, Ketua PHDI Kanjeng Astono, Tokoh Buddha Y.M. Bhikkhu Dhammasubho Mahathera, Tokoh Katolik Romo Paulus Christian Siswantoko Pr, Tokoh Kristen Pdt. Ronald Richard Tapilatu, dan Tokoh Islam K.H. Nuril Arifin Husein/Gus Nuril, serta Tokoh Buddha Y.M. Maha Bhiksu Dutavira Mahasthavira.

(A. L. Malo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!