MENCABUT AKAR KEPAHITAN DIPERLUKAN HATI YANG RELA

MENCABUT AKAR KEPAHITAN DIPERLUKAN HATI YANG RELA

Spread the love

Jangkarpena.com Menyimpan kepahitan atau dendam itu seperti meniup api lilin kebahagiaan kita.‎ Kita tidak bisa mengejar kekudusan tanpa berdamai dengan orang lain,‎ benih kepahitan mulai berkecambah ketika ada orang yang melukai hati kita, baik sengaja atau tidak.

Kecambah itu lalu di pupuk oleh sikap permusuhan kita dan penolakan untuk menghadapi kenyataan itu,‎ jika ini terjadi, kepahitan itu akan mengakar semakin dalam, semakin kuat dan akhirnya berhasil menguasai kita…‎

Masih banyak orang yang menyimpan kepahitan,‎ mereka mengkritik, ‎mencari-cari kesalahan, dan melakukan pembenaran diri. Lalu bagaimana caranya mencabut akar kepahitan ? Biarkan Tuhan menyingkapkannya, kita tidak bisa tahu kalau kita punya kepahitan.

Firman Tuhan berkata,‎ “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” Yeremia 17:9

Hati yang licik, kita tidak bisa tahu kalau hatinya memang licik, biarkanlah Roh Kudus mengoperasi hati dan menyingkapkannya bagi kita, gantikanlah dengan pengampunan, sebab ‎kita tidak bisa mengejar kekudusan tanpa berdamai dengan orang lain.‎

Firman Tuhan, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Ibrani12:14-15

Hati-hati orang yang suka bikin kerusuhan adalah orang yang punya kepahitan,‎ oleh karena itu mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain itu lebih baik. Jangan cari-cari alasan yang kuat untuk tidak mengampuni.

Orang Kristen terkenal dengan kasih dan pengampunan,‎ Kekristenan tidak mengenal bulan pengampunan, jangan tunggu akhir tahun baru mengampuni, s‎etiap saat adalah waktu pengampunan. Jangan hanya diampuni, tetapi dilupakan kesalahannya. Buktikanlah itu dalam hidup kita sehari-hari, karena kita adalah surat Tuhan yang terbuka, yang akan dibaca orang lain.

“sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Yohanes 13:15

Selamat beraktivitas di akhir pekan dalam perkenan-Nya. Walk with God. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.

Abah Daniel

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!