Optimalisasi Peran Strategis Mahasiswa Dalam Mendukung Perikanan Berkelanjutan, DKP Banten Hadiri Seminar Nasional Muswil Himapikani Wilayah II

Optimalisasi Peran Strategis Mahasiswa Dalam Mendukung Perikanan Berkelanjutan, DKP Banten Hadiri Seminar Nasional Muswil Himapikani Wilayah II

Spread the love

SERANG,Jangkarpena.com – Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) menggelar Seminar Nasional Bertema Optimalisasi Peran Strategis Mahasiswa Dalam Mendukung Perikanan Berkelanjutan.

Seminar Nasional Muswil Himapikani Wilayah II Yang Berlangsung Di Kampus Untirta Aula Gedung B.

Turut Hadir Dalam Acara Tersebut Eli Susiyati SH, MH, MM Selaku Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Banten Yang Menyampaikan Materi Peran DKP Provinsi Banten Terhadap Pengelolaan Produksi Dan Pengolahan Hasil Perikanan Di Provinsi Banten.

Kegiatan Seminar Nasional di isi oleh pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya masing-masing. Adapun pemateri yang hadir, Rendra Pinasantya (Katimja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya) Yang Menyampaikan Materi Pengembangan Perikanan Budidaya Dalam Menopang Peningkatan Berkelanjutan, Santoso Budi W. (Kepala PSPL Serang) Dengan Materi Kebijakan Konservasi Sumber Daya Ikan Dan Selaku Moderator Devi Faustine (Dosen Ilmu Perikanan Untirta).

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Banten Eli Susiyati SH, MH, MM dalam sambutannya mengungkapkan, jika HIMAPIKANI merupakan representasi dari Masyarakat Perikanan Indonesia di mana HIMAPIKANI harus mengambil peranan lebih dalam menyuarakan setiap permasalahan yang berkaitan dengan sektor Perikanan.

Ekonomi bertumpu pada kelautan dan perikanan serta pentingnya inovasi dan teknologi.

Maka dari itu, “HIMAPIKANI adalah representasi dari Masyarakat Perikanan Indonesia, yang memahami tugas dan fungsinya di tuntut untuk ikut terjun dalam menyelesaikan permasalahan pada sektor Perikanan”, Ungkapnya.

Kolaborasi dan harmoni antara Pemerintah, Nelayan, LSM, Akademisi dan Perguruan Tinggi sehingga menciptakan produktifitas perikanan tangkap dan tata Kelola yang berkelanjutan.

“Perlu adanya sinergi, kolaborasi dan harmoni antara semua elemen, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, nelayan, asosiasi dunia usaha, LSM Akademisi atau perguruan tinggi guna meningkatkan produktifitas perikanan tangkap dan tata Kelola yang bertanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan dan sumber daya perikanan tangkap yang berkelanjutan”, katanya.

Menututnya, bahwa ekonomi harus di lakukan secara inklusif dan berkelanjutan. Di mana secara khusus pengakuan hukum adat dan hak masyarakat adat pesisir dalam pemanfaatan sumber daya laut menjadi sangat penting bagi Indonesia.

“Ke depan, kami mengharapkan terselenggaranya Ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Secara Khusus adanya pengakuan hukum adat dan masyarakat adat pesisir dalam pemanfaatan sumber daya laut menjadi sangat penting bagi Indonesia”,
“Kita memerlukan upaya sistem untuk tingkatkan nilai tambah produk-produk perikanan dan tidak sekedar menjual produk mentah, antara lain memunculkan kebijakan penghiliran dan menaikan kapasitas sumber daya manusia.

Serta peran kearifan lokal juga penting didorong agar kian berperan dan menjadi rujukan dalam upaya konservasi. Olehnya itu Ekonomi menitikberatkan pada inovasi, teknologi dan pemanfaatan yang optimal.( *** )

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!