Peran Milenial Dalam Menangkal Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme

Peran Milenial Dalam Menangkal Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme

Spread the love

Pontianak – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalbar mengadakan seminar Milenial di hotel Ibis jalan Ahmad Yani Kota Pontianak, Selasa (12/07/2022). Pagi, seminar bertemakan ‘ Peran Milenial Dalam Menangkal penyebaran Radikalisme dan Terorisme di Kalimantan Barat.

Sebagai perpanjangan tangan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), FKPT Kalbar mempunyai peran dan fungsi pencegahan terhadap munculnya paham yang mengarah pada radikalisme terorisme, sebagaimana Perpres Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional penanggulangan Ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada Terorisme (RAN PE). Di dalamnya melibatkan seluruh elemen negara dan masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

Dalam kegiatannya tersebut turut hadir beberapa narasumber antara lain ketua FKPT Kalbar Wajidi Sayadi, Kesbangpol Provinsi Kalbar Hermanus, kepala Kementerian Agama Kalbar Syahrul Yasin dan mantan Napiter Noznizi.

Kepala Kesbangpol Kalbar Hermanus menerangkan Indonesia adalah bangsa yang Multikultural. Di tengah perbedaan banyak suku bangsa, Indonesia mengalami tantangan berat di era teknologi informasi salah satunya adalah isu radikalisme yang masih mewarnai jagat media sosial.

Gempuran informasi negatif tentang radikalisme dapat merusak sendi-sendi kebangsaan. Jika tidak siap menghadapi banjir informasi, termasuk konten negatif tentang radikalisme, terorisme dan ekstrimisme maka itu dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Radikalisme menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di Indonesia, perlu ada sikap kritis dan kewaspadaan dari para orang tua jika melihat gelagat yang mencurigakan dari anak-anak yang terpapar doktrin radikalisme serta kesadaran generasi muda untuk menangkal radikalisme dengan cara memanfaatkan teknologi informasi untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian,” harap Hermanus.

Dia menjelaskan penduduk Indonesia seperti data dari Badan Pusat Statistik jumlahnya didominasi oleh kelompok produktif yaitu anak muda yang masuk kategori generasi Milenial dan Z. Hal ini tentunya bisa menjadi ancaman besar dikemudian hari. Apabila para anak muda ini justru terjerembab dalam ideologi radikalisme dan terorisme.

Tentu saja sumber ketahan agar generasi Milenial dan Z ini tidak terpengaruh paham radikal dan terorisme sewajarnya dapat hadir pertama kali dari lingkungan keluarga dan kemudian dari lingkungan pendidikan.

“Saya berharap guna menangkal Virus radikal dan terorisme juga datang dari tokoh Agama yang selalu mengajarkan pentingnya mederasi beragama yang dapat membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya.

Sementara Ketua FKPT Kalbar, Wajidi Sayadi menuturkan dari hasil penelitian tahun 2020 menunjukan bahwa para kaum Milenial cenderung naik tingkat terpaparnya paham radikal. Sebab mereka lebih banyak pengguna dan mengakses dari media online. Kaum Milenial bagian dari kompenen bangsa yang 20-30 tahun akan datang menjadi pemegang estafet kebijakan diberbagai segi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Perlu selalu mengedepankan kewaspadaan dan pencegahan agar tidak terpapar radikalisme,” sebutnya.

Menurut pengamatan Wajidi, ada empat ciri radikalisme pertama, sikap tidak toleran atau tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan yang berbeda dari orang lain, kedua, sikap fanatik selalu merasa benar sendiri menganggap orang lain salah.

“Ketiga sikap ekslusif membedakan diri dari kebiasaan umat kebanyakan, Terakhir sikap Revolusioner cenderung menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan,” pungkas Wajidi.

Tinggalkan Balasan

All Rights Reserved 2023.
Proudly powered by WordPress | Theme: Refined News by Candid Themes.
error: Content is protected !!