Sarat Historis, Pj Wali Kota Malang Kunjungi GKJW Sukun

Sarat Historis, Pj Wali Kota Malang Kunjungi GKJW Sukun

Spread the love

Malang,jangkarpena.com – Meningkatkan jalinan tali silaturahmi serta menggali kekayaan cagar budaya yang ada di Kota Malang, Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengunjungi Kantor Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jl. S. Supriadi, Sukun, Kota Malang, Minggu (12/5/2024).

Di tempat ini, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Malang itu melihat secara langsung bangunan, serta ruang terbuka hijau yang masih terjaga dan terawat dengan baik.

Pj. Wali Kota Malang mengungkapkan, kunjungan ke GKJW Sukun yang kental dengan nuansa bangunan kolonial ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi bangunan cagar budaya yang sarat akan nilai historis.

Disampaikannya bahwa gedung GKJW Sukun ini terawat dengan baik, yang terlihat dari ruangannya, sampai dengan meja kursi dan peralatannya yang tetap terjaga keautentikannya hingga saat ini. RTH-nya pun menurutnya sangat baik dan tetap terjaga dengan baik.

“Saya memang menolak lupa akan peninggalan masa lalu. Karena itu kita berkunjung kemari untuk melihat sejarah bangunan ini. Kemudian juga melakukan napak tilas aktivitas mantan Presiden RI (alm) Gus Dur saat mengajar Islamologi di sini pada 1974-1981. Ini penting dilakukan untuk melestarikan dan mengenal kembali sejarah masa lalu,” jelasnya.

Pj. Wali Kota Malang yang hadir bersama jajaran perangkat daerah terkait juga berkesempatan meninjau SD YPPK Ngaglik, HIPPAM yang telah dimanfaatkan 260 kepala keluarga, serta melihat langsung aktivitas bank sampah yang ada di sekitar MA GKJW Sukun.

Atas nama Pemkot Malang Wahyu pun tak lupa mengucapkan terima kasih dan apresiasinya karena kelestarian di GKJW Sukun ini masih tetap terjaga dengan baik. Terlebih bangunan-bangunan cagar budaya yang berdiri sejak 1927 dan bahkan ada yang telah berdiri sejak 1843 ini tetep terjaga keautentikannya.

Ketua Majelis Agung GKJW Sukun Pendeta Natael Hermawan Prianto mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih karena Pj. Wali Kota Malang berkenan untuk berkunjung. “Secara sederhana, kami merawat apa yang menjadi warisan dari bangsa, dan tempat ini memiliki kekayaan peninggalan yang luar biasa. Ini menjadi sebuah kebanggaan,” katanya.

Disebutkannya, secara historis tempat ini juga menjadi tempat untuk merawat kebinekaan Indonesia dari Kota Malang. “Sejarah Gus Dur yang pernah mengajar di tempat ini selama tujuh tahun mengajarkan tolerasi dan kebinekaan. Tempat ini juga ada tempat Gus Dur mengajar, dan ruang beristirahat beliau kala itu,” tutupnya. (cahyono)

Tinggalkan Balasan

All Rights Reserved 2023.
Proudly powered by WordPress | Theme: Refined News by Candid Themes.
error: Content is protected !!