Taruna  AAU Tolak Prilaku Bullying, Gubernur AAU : Ini Edukasi Yang Perlu di Sosialisasikan Dengan Intensif

Taruna  AAU Tolak Prilaku Bullying, Gubernur AAU : Ini Edukasi Yang Perlu di Sosialisasikan Dengan Intensif

YOGYAKARTA – Sebagai Lembaga Pendidikan Militer yang identik dengan ketegasan dan disiplin tinggi, Akademi Angkatan Udara (AAU) selalu menegaskan kepada seluruh Karbol (Taruna AAU) untuk selalu berpegang teguh kepada aturan yang berlaku bagi dirinya.

Selama proses pendidikannya, kehidupan Karbol diatur dengan Peraturan Khusus Taruna (Persustar) dan Peraturan Kehidupan Taruna (Perduptar). Oleh karenanya, dalam setiap gerak langkah kehidupannya para Taruna AAU terhindar dari perilaku yang menyimpang dari norma hukum.

Terkait dengan maraknya isu bullying yang beredar akhir-akhir ini, Komandan Wingkortar AAU Sermatutar Adam Dwi Nugroho didampingi Kalemustar AAU Sermatutar Hakim Ar Rifki Ramadhani mengadakan apel khusus bertempat di Lapangan Putra Angkasa Ksatrian AAU, Jum’at (25-11-2022).

Pada kesempatan tersebut Danwingkortar menekankan kepada  seluruh Taruna AAU untuk menyatakan “Stop Bullying”.

Bagi Danwingkortar,  Bullying merupakan tindakan tidak terpuji yang sangat merugikan semua pihak. Untuk itu sepanjang kehidupannya sebagai Karbol, tradisi bullying harus selalu diupayakan untuk dihindari dan tidak boleh terjadi di lingkungan AAU.

Pembinaan Senior kepada Yunior dilaksanakan di lingkungan Wingkor Taruna AAU bukan dimaksudkan untuk mencelakai ataupun menghinakan Yunior, tetapi untuk meningkatkan kedisiplinan, loyalitas, dan membangun kharakter  sekaligus memotivasi dalam meraih prestasi terbaik selama proses pendidikan di Lembaga Pendidikan AAU.

Hal ini sejalan dengan penekanan Gubernur AAU, Marsda TNI Eko D. Indarto, S.I.P., M.Tr.(Han) bahwa para Taruna AAU harus menjauhi prilaku bullying yang sangat merugikan semua pihak.

” Ini edukasi yang perlu di sosialisasikan dengan intensif. Bahwa kita harus menghormati manusia dan kemanusiaan secara utuh. Mengajari ketangguhan tidak dengan menekan orang lain, tetapi justru belajar bertoleransi lebih banyak, untuk tahu kelemahan pribadi dengan meningkatkan pemahaman akan kekurangan diri dan membina diri pribadi bukan karena paksaan orang lain. Disitulah muncul kekuatan yang tidak terkalahkan, mampu melawan dan mengendalikan diri sendiri”, ungkap Gubernur AAU. (***)

K3FAS HERVIN DEVANANDA

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!