Profil Empat Pemimpin Utama Taliban

Profil Empat Pemimpin Utama Taliban

Spread the love

Jangkarpena.com – Dengan jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban, dunia sedang menanti bagaimana kelompok ini akan memerintah setelah disingkirkan dari kekuasaan pada 2001 lalu oleh pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat.

Organisasi militan Islam ini dengan cepat berhasil menguasai sejumlah wilayah ketika AS dan sekutunya menarikan pasukan mereka dari Afghanistan, berhasil merebut Kabul dan memasuki istana presiden pada Minggu.

Kekuasaan Taliban dari 1996-2001 sangat brutal, di mana mereka menerapkan hukum agama dengan ekstrem, melakukan eksekusi di tempat umum, dan sangat membatasi kebebasan bagi perempuan dan anak perempuan. Beberapa petinggi yang pernah berkuasa pada 2001 masih hidup dan sampai saat ini masih menjadi petinggi kelompok tersebut. Sampai saat ini masih belum pasti bagaimana kelompok ini akan menjalankan negaranya.

Berikut profil para pemimpin utama Taliban dan hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang mereka, dikutip dari The Washington Post, Selasa (17/8):

Mullah Haibatullah Akhundzada

Haibatullah Akhundzada adalah pemimpin tertinggi Taliban. Dia menjabat pada 2016, setelah mantan pemimpin kelompok ini, Akhtar Mohammad Mansour, terbunuh dalam serangan drone AS di Pakistan.

Seorang ulama yang pernah menjadi hakim tertinggi Taliban ini melarikan diri ke Pakistan pada 2001, di mana dia mengajar di pesantren sebelum bergabung kembali dengan Taliban di bawah Akhtar Mohammad Mansour.

Dia tidak memiliki pengalaman banyak di bidang militer, dan sejak menjadi pemimpin de facto Taliban, dia bekerja untuk meningkatkan keuangan kelompok ini, sebagian melalui perdagangan narkotik, sembari berupaya menyatukan faksi-faksi kelompok ini dan mengkonsolidasikan kekuatan. Telah bertahun-tahun Akhundzada tidak pernah muncul di hadapan publik.

Mullah Abdul Ghani Baradar

Abdul Ghani Baradar menjabat sebagai negosiator perundingan damai di Doha, Qatar, dan pemimpin politik tertinggi Taliban. Dia juga salah satu pendiri asli Taliban.

Dia dipenjara pada 2010 di Pakistan sebelum dibebaskan pada 2018 atas permintaan pemerintah AS sehingga dia bisa menjadi pemimpin delegasi Taliban dalam perundingan damai.

Baradar menolak upaya pemerintah Presiden AS Joe Biden untuk memundurkan tenggat waktu penarikan pasukan AS. AS sepakat menarik pasukannya sebagai syarat kesepakatan damai yang dicapai dengan Taliban di bawah Presiden Donald Trump.

Baradar berbicara dengan Trump pada 2020, setelah menandatangani kesepakatan, menjadi pemimpin Taliban pertama yang secara langsung berkomunikasi dengan Presiden AS. Baradar juga yang berpidato pada Minggu di Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri.

“Kami meraih sebuah kemenangan yang tidak diperkirakan. Kita harus menunjukkan kerendahhatian di hadapan Allah,” kata Baradar dalam sebuah pernyataan yang direkam di Doha.

“Sekarang tentang bagaimana kita mengabdi dan menjaga rakyat kita dan memastikan masa depan mereka dengan kemampuan terbaik kita.”

Mullah Mohammad Yaqoob

Mohammad Yaqoob adalah putra tertua pendiri Taliban, Mohammad Omar dan kepala organisasi militer Taliban. Tergolong wajah baru dalam kelompok ini yang dengan cepat menjadi terkenal setelah kematian ayahnya pada 2013, Yaqoob dinilai beberapa pakar sebagai anggota Taliban yang moderat.

Ketika Taliban berhasil menguasai sejumlah wilayah dengan cepat pekan lalu, Yaqoob mendesak para pejuang Taliban tidak menyakiti anggota militer dan pemerintah Afghanistan, dan menahan diri jangan sampai menjarah rumah-rumah kosong dan memastikan pasar-pasar dan toko tetap berfungsi.

Sirajuddin Haqqani

Sirajuddin Haqqani dinilai tokoh yang berpikiran kurang moderat. Dia merupakan putra Jalaluddin Haqqani, pendiri jaringan Haqqani, sebuah cabang dari Taliban yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS.

Pemberantasan jaringan Haqqani menjadi prioritas utama misi koalisi pasukan pimpinan AS di Afghanistan. Jaringan ini dikenal dengan pemboman mematikannya. Tetapi pada 2017, kelompok ini kembali mengumpulkan 5.000 pejuang di Afghanistan yang semuanya dipimpin Sirajuddin Haqqani.

Sirajuddin Haqqani memimpin jaringan dan menjabat sebagai wakil pemimpin Taliban. Dia diburu FBI untuk diinterogasi sehubungan dengan serangan tahun 2008 di sebuah hotel di Kabul yang menewaskan enam orang, termasuk satu orang Amerika. (Kefas Hervin)

Leave a Reply

error: Content is protected !!