Pewarna Indonesia Persiapkan Mahasiswa Menjadi Pewarta Nasrani

Pewarna Indonesia Persiapkan Mahasiswa Menjadi Pewarta Nasrani

Spread the love

Jakarta – Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia kembali melaksanakan pelatihan dasar Jurnalistik untuk mahasiswa. Kali ini dengan menggandeng Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT Jakarta, kegiatan bertajuk Pelatihan Pers Kampus – Mempersiapkan Mahasiswa Menjadi Pewarta Nasrani, digelar pada Rabu dan Kamis, 12-23 April 2023, Di Kampus STT IKAT, Jln Rempoa Permai, Bintaro, Jakarta Selatan.

Dibuka langsung oleh Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono dan pimpinan STT IKAT, Grace Lumintang Gumansalangi, pelaksanaan pelatihan ini diikuti oleh sekira 20 mahasiswa-mahasiswi STT, dan dilatih langsung oleh para Jurnalis anggota dari PEWARNA Indonesia yaitu Nick Irwan, Daniel Tanamal, Sugiyanto, Thony Ermando, dan Ronald Patrick Marlissa.

Materi yang diberikan pada hari pertama antara lain adalah: Dasar Jurnalistik (Menulis Berita), Tehnik Wawancara, Foto Jurnalistik, dan Etika Jurnalistik. Sedangkan di hari kedua, para peserta mendapatkan Praktek Jurnalistik, yang dilaksanakan selama sehari penuh, untuk mendapatkan pengalaman langsung dan mengasah ilmu yang telah didapatkan di hari pertama.

Pimpinan STT IKAT, Grace Lumintang Gumansalangi, mengatakan kepada para mahasiswanya, membuka pintu dan memberikan kesempatan bagi mereka yang tertarik di dunia jurnalistik untuk mengajukan diri dan bergabung menjadi Pers Kampus. “Dipersilahkan mengajukan diri bagi yang tertarik di dunia jurnalisme, untuk bergabung di Pers Kampus, dan mendapatkan pengalaman langsung untuk melayani didunia media,” katanya. Seperti diketahui, STT IKAT memiliki media internal kampus yang sudah cukup lama berjalan dan konsisten berkarya, yaitu Tabloid RABUNI, yang hadir dalam dua format yaitu cetak dan online.

Para peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa tingkat awal menyambut baik pelatihan ini dan mengaku sangat senang mendapatkan ilmu yang bisa membekali mereka didunia Jurnalisme. “Saya Bersyukur dan berterimakasih mendapatkan materi jurnalistik ini, dan Kami banyak belajar mengerti dan mendapat wawasan hingga sampai praktek. Kami cukup mengerti tentang materi yang disampaikan, dibawakan dengan kukup jelas dan dimengerti,” kata Andi Silaban, Mahasiswa STT IKAT Semester 2.

Senada dengan Andi, mahasiswa lainnya mengaku terkejut karena materi jurnalistik ini seharusnya diberikan dalam jangka waktu yang panjang, namun hanya dilakukan dalam dua hari saja. “Sedikit demi sedikit, kami mulai mengerti walaupun sangat diusahakan. Karena materi yang katanya untuk enam bulan ini, dilakukan hanya dua hari saja,” ujar Mizpan. “Awalnya saya pikir jurnalistik itu gampang, ternyata susah juga ya karena harus ada tahap-tahapnya. Tapi saya perlahan mengerti,” tambah peserta lainnya, Kesya.

Sementara itu Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk konsistensi PEWARNA dalam bekerjasama, terutama dengan pihak-pihak yang telah melakukan MoU. Selain juga bentuk pelayanan PEWARNA Indonesia dan pengabdian kepada masyarakat. “Ini merupakan tindak lanjut dari MoU PEWRANA dan STT IKAT, terutama dalam hal ini menciptakan pers kampus agar semakin banyak mereka mengerti tentang jurnalistik dan berguna kedepannya,” kata Yusuf.

Kedepannya, PEWARNA Indonesia akan terus melaksanakan pelatihan-pelatihan Jurnalistik, pembekalan profesi dan pengembangan media, kepada para mitra-mitra kerjasama, dengan tujuan pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Leave a Reply

error: Content is protected !!